Tuesday, December 13, 2016

Genjot Jumlah Peserta, BPJS Ketenagakerjaan Diminta Banyak Beri Bonus

GUGEL88.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan telah menjaring sekitar 21 juta pekerja untuk mengikuti program jaminan sosial tersebut. Jumlah tersebut dinilai masih rendah dibandingkan potensi jumlah pekerja yang ada di Indonesia sebanyak 130 juta jiwa.

Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional, Subiyanto mengungkapkan, untuk dapat menjaring lebih banyak pekerja agar mengikuti program jaminan sosial, BPJS Ketenagakerjaan perlu lebih mengeksplorasi diri supaya dapat memaksimalkan pemanfaatan pengelolaan dana bagi pesertanya.

"Ini yang belum dilakukan. Jadi, contohnya, kalau kita mengunakan kartu BPJS Ketenagakerjaan saat membeli tiket pesawat dapat diskon, beli tiket kereta dapat diskon, atau belanja-belanja di mana dapat diskon, orang pasti akan tertarik," kata Subiyanto di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Hal-hal seperti itu harus dilakukan, menurut Subiyanto, agar dapat menjaring lebih banyak jumlah tenaga kerja. Sebab, kata dia, program sosialisasi tidaklah cukup hanya dengan melalui media massa, namun juga diperlukan contoh nyata dari sekitar masyarakat, layakanya BPJS Kesehatan.

"Kalau BPJS Kesehatan, masyarakat tidak usah diedukasi, mereka bakal datang sendiri. Karena mereka sudah merasakan langsung manfaatnya," ujar dia.

Selain itu, kata dia, BPJS Ketenagakerjaan seharusnya memberikan program kredit rumah bersubsidi kepada para peserta yang belum memiliki tempat tinggal. Dengan itu, ia menilai, para calon peserta akan sangat antusias mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.

"Dari 21 juta pekerja itu, ada kurang lebih 9 juta yang tidak punya rumah. Kalau seandainya orang yang jadi peserta BPJS ini dapat akses kepemilikan rumah dengan mudah, saya yakin banyak pekerja formal maupun non formal akan segera masuk," kata dia.

"Artinya apa? kalau bicara hukumnya jangan berdebat lagi. hukumnya sudah cukup bagus, implementasinya yang masih kurang. Jadi kita sudah tidak perlu memperdebatkan lagi tentang perlu atau tidaknya jaminan sosial," tuturnya.

Sumber: Detik.com