Sunday, April 30, 2017

Kamu yang aku pilih, tapi begini?


GUGEL88.COM - Apa kabar sahabat semua? Semoga sehat selalu ya. Pada kesempatan kali admin corat-coret tentang Cinta nih, artikel ini lebih tepatnya untuk kamu yang telah menetapkan pilihan untuk dambaan hati namun kandas di awal perjalanan, Wow tragis ya! Mohon bersabar ini ujian. :D Cukup ya bercandanya!

Kata orang:
"Hanya diperlukan satu menit untuk menafsirkan seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang dan satu hari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan sesorang."
Setuju atau tidak setuju tergantung keperibadiaan seseorang (cinta terhadap pasangannya itu sendiri).

Ok kita lanjutkan ya

Selamat datang di kehidupanku

Kau perempuan atau lelaki yang aku pilih, aku memilih kamu karna kamu sesuai dengan kriteriaku, dan kamu juga telah berhasil mencuri hati ini. Selamat datang ya dikehidupan ku,  Semoga kamu selalu bahagia besamaku walaupun dengan keadaan seperti ini yang masih serba kekurangan. 

Kita jaga hubungan ini

Maaf untuk saat ini aku hanya bisa menetapkan kamu disini (belum sampai pelaminan) karena hidupku belum tertata, mari kita tata bersama mulai dari tahapan pertama sampai dengan tahap terakhir (happy ending). 
Maukah kau berjanji "Untuk selalu setia menemani hariku dan menjadi saksi kesuksesan hidupku dan hidup kita kelak". 

Pengenalan lebih jauh

Hidupku telah banyak cerita, sedikit banyaknya aku telah banyak belajar dari cerita kehidupanku yang lalu. Aku ingin mengenal kamu lebih jauh mulai dari sifatmu, sikapmu, dan semua tentangmu. 
Terkadang aku sering membuat kamu marah, menangis, bahkan kecewa. Itu semua aku lakukan karena kamu telah aku pilih.

Namun diperjalanan ingin mengenal kamu lebih jauh lagi, aku kecewa terhadap pernyataanmu: "Aku menyarah dengan hubungan ini". 
Apakah kamu tidak ingat apa yang pernah bahkan sering aku katakan:
"Suatu hubungan atau kehidupan tidak akan pernah lepas dari masalah atau ujian."
Dan masalah atau ujian bisa kita hadapi, bisa kita lawan dengan cara bersama bukan dengan kata atau cara Menyerah.

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan bijak. Marah tidak menyelesaikan masalah, dan mengalah bukan berarti kalah. Masalah tak seharusnya membuat kita menyerah. Karena masalah akan menguatkan kita, jika kita mau belajar dan mengambil hikmah.