Thursday, June 29, 2017

Tindakan pencegahan terhadap ancaman serangan virus komputer Ransomware PETYA


GUGEL88.COM - Belum lama-lama ini dunia digital telah di hebohkan dengan serangan virus yang bernama Ransomware WannaCry dimana virus ini dapat menenskripsi file-file penting seperti halnya file word, excel, dan lain-lain. Virus ini menyebar melalui jaringan pada komputer, dan banyak pula yang menjadi korbannya termasuk di Indonesia. 



Korban yang terjangkit virus ini akan diminta mengirimkan tebusan berupa Uang Elektronik Bitcoin, setelah korban mengirimkan/membayar tebusannya maka file yang telah Dienskripsi virus WannaCry tadi akan dibuka oleh si Pembuat virus.

BACA JUGA: Bahaya! Tren terbaru di dunia Cyber virus WannaCry, ini dia cara mengantisipasinya!

Dunia digitalpun hari ini di hebohkan kembali dengan virus serupa yakni virus Ransomware Petya, virus ini lebih berbahaya dari virus Ransomware WannaCry.


Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan Siaran Pers:


SIARAN PERS KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKANO. 76/HM/KOMINFO/06/2017 TentangPemintaan Segera Melakukan Tindakan Pencegahan Terhadap Ancaman Ransomware PETYA


Dalam siaran Persnya:

Saat ini dalam skala global sedang terjadi serangan virus ransomware bernama PETYA. Cara bekerja virus PETYA mirip dengan ransomware WANANCRY yang menyerang skala global pada 13 Mei yang lalu. 

Pemerintah terus memantau dan memitigasi pergerakan dari penyebaran virus PETYA ini di Indonesia. Notifikasi telah dikeluarkan oleh ID-SIRTII (organisasi yang diampu oleh Kementerian Kominfo yang antara lain untuk menangani insiden seperti serangan siber) kepada para mitra yang bekerjasama seperti penyelenggara jasa akses Internet, Penyelenggara NAP, dan juga kepada Kementerian/Lembaga.

Kepada masyarakat luas, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta masyakarat yang memiliki komputer melakukan antisipasi serangan PETYA, sebelum mengaktifkan komputernya, agar melakukan : BACKUP DATA SEKARANG.




Kepada Pengelola Teknologi Informasi di berbagai Institusi, Rudiantara meminta agar:

1. Pengelola TI menonaktifkan atau mencabut jaringan Lokal/LAN sementara sampai dipastikan semua aman.

2. BACKUP DATA ke storage TERPISAH.


Selain itu, apabila hal di atas telah dilakukan, agar dibiasakan kewaspadaan, yaitu:



- Selalu Backup Data
- Gunakan system operasi yan orisinal dan update secara berkala
- Install Antivirus dan update berkala
- Gunakan password yang aman dan ganti berkala


Rudiantara menegaskan juga kepada penyedia layanan publik kepada masyarakat dan khususnya yang menunjang layanan mudik lebaran 2017 agar terus menjaga kewaspadaan sistem elektroniknya dari walware.

Jakarta, 28 Juni 2017

BIRO HUMAS, KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA