Tuesday, November 21, 2017

Harga Bitcoin semakin menggila


GUGEL88.COM - Halo sahabat gugel88 sudah lama nih kami gak update postingan membahas Bitcoin, anak IT zaman now seharusnya tau apa itu bitcoin.
Artikel terkait:
Pada kesempatan kali ini gugel88 akan mereview harga terakhir semenjak artikel ini dipublikasi yakni pada tanggal 21 November 2017 Pukul 00.25

Berapa sih harga Bitcoin terakhir 1 bitcoin mencapai harga Rp. 108.878.300.00 waw luar biasa ya. Kenapa ini bisa terjadi?

Mengapa harga Bitcoin setiap harinya semakin tinggi?


Terdapat banyak orang yang tertarik untuk menggunakan Bitcoin sebagai sarana investasi berkat harganya yang cenderung meningkat. Sebagai contoh, ibu saya dengan mudahnya mengabaikan semua usaha yang saya kerahkan untuk membangun komunitas Bitcoin selama dua tahun lamanya. Namun ketika ia mendengar berita di media yang menyebutkan bahwa Bitcoin bisa menjadi sarana investasi yang bagus, dia langsung menginterogasi saya habis-habisan tentang Bitcoin. Tentunya publikasi yang dilakukan oleh media ini tidak menjadi masalah dan justru menjadi alasan pertama mengapa publik bisa mengenal dan mulai berinvestasi dengan Bitcoin. Kalau media bisa mendapatkan perhatian ibu saya, artinya mereka sudah melakukan hal yang luar biasa.

Tapi harga Bitcoin yang secara umum terus naik itu hanyalah satu dari ratusan alasan mengapa Anda harus berinvestasi di “Mata Uang Masa Depan”. Namun berhubung kita sedang membahas hal ini, berikut adalah lima alasan mengapa saya yakin harga Bitcoin akan terus naik di masa depan, dan akan menarik semakin banyak investor baru untuk terjun ke dalam dunia mata uang digital.


1. Harga dan nilai Bitcoin memang didesain untuk bertambah seiring berjalannya waktu

Dengan volume transaksi Bitcoin yang semakin bertambah tiap harinya, jumlah suplai Bitcoin yang terbatas, dan semakin berkurangnya jumlah Bitcoin yang dicetak oleh sistem tiap sepuluh menit (khususnya sejak tanggal 10 Juli lalu), harga Bitcoin dipastikan akan terus menanjak di masa depan.

Dolar AS dan mata uang kertas (fiat) apapun yang terlintas di benak Anda saat ini selalu berkurang nilainya tiap tahunnya dengan adanya inflasi, yang merupakan penambahan suplai dari mata uang itu sendiri. Bitcoin, sebaliknya, didesain untuk mengalami deflasi. Suplai Bitcoin berkurang setiap empat tahun sekali, yang dikenal dengan nama Bitcoin “Halvings”, dimana jumlah Bitcoin yang diproduksi oleh sistem setiap sepuluh menit akan berkurang hingga setengahnya. Saat ini, ada 12,5 BTC yang muncul dari setiap block per 10 menitnya dan akan terus berkurang hingga tidak ada lagi Bitcoin yang dicetak oleh sistem.

Dolar AS tidak memiliki batasan dalam jumlah produksinya sehingga suplainya bisa bertambah dan muncul inflasi karena ada kebijakan dari pemerintah atau bank sentral yang mengatakan demikian. Kebijakan inflasi biasanya diaplikasikan untuk membayar hutang atau membayar kerugian akibat perang. Berhubung tidak ada hutang, tidak ada inflasi dan tidak ada peperangan di dalam dunia Bitcoin, saya rasa secara ideologi kita sudah bagus…


2. Kejenuhan dalam menggunakan uang kertas

Dengan kondisi Internet yang bisa diakses secara global dan banyaknya kasus keruntuhan mata uang kertas di berbagai negara (seperti Yunani, Cyprus, Venezuela, Argentina, Zimbabwe dan yang lainnya), kini sudah ada semakin banyak orang yang menginginkan adanya sistem ekonomi yang lebih baik yang tentunya tidak rentan dengan kegagalan-kegagalan yang menimpa mata uang kertas sebelumnya.

Mexico dan Ekuador sedang dalam diskusi untuk meniru teknologi Bitcoin blockchain dan menciptakan mata uang digital mereka sendiri. China juga sudah beberapa kali bertemu dengan Citibank dan Deloitte untuk melakukan hal yang sama. Tunisia, sebuah negara di daerah utara Afrika, bahkan sudah mengimplementasikan perekonomian berbasis Blockchain di negara mereka sendiri dan Jepang sudah mengkategorikan Bitcoin sebagai sebuah mata uang seperti halnya Yen.

3. Wall Street/Perusahaan Raksasa masih belum terjun ke dunia Bitcoin

Teknologi Blockchain yang menggerakkan Bitcoin selalu menjadi hal yang dielu-elukan di Wall Street, bukannya Bitcoin itu sendiri, dan penyebabnya sangat beralasan. Bitcoin kerap terlibat dalam skandal dan bermasalah dengan regulasi di beberapa negara, sehingga bisa dipandang sebagai sebuah hal yang masih dipertaruhkan di dunia finansial.

PayPal mengagumi konsep Bitcoin, namun belum menjadikan coin ini sebagai bagian pusat dari bisnisnya. Microsoft dan Dell adalah contoh pemain besar di dunia Bitcoin, namun hingga adopsi besar-besaran terjadi di kalangan merchant atau dipaksa untuk terjadi oleh suatu dorongan ekonomi yang begitu besar, Bitcoin akan tetap dianggap orang asing, bukan sebagai suatu bentuk taruhan terbaik.

4. Mata uang kertas semakin tidak digunakan dan akan tergantikan dengan pembayaran digital

Berbagai negara di seluruh dunia sudah mulai mengikuti aliran mainstream yang semakin menggunakan sistem pembayaran digital dan semakin menjauh dari mata uang kertas berkat adanya larangan-larangan halus seperti di artikel ini. Mereka mungkin melakukannya untuk mengontrol semua transaksi ekonomi dan juga untuk mencatat dan mengaplikasikan pajak pada setiap transaksi di masa depan, namun para konsumen secara perlahan akan semakin menyadari bahwa Bitcoin bisa menjadi pilihan mata uang digital yang terbaik untuk mereka.

Bitcoin memang belum menyebar luas dan saat ini memang masih mengembangkan berbagai macam aplikasi dan protokol baru untuk digunakan di masa depan, sehingga potensi yang belum muncul masih sangat besar. Kita baru menggosok permukaannya saja dan belum menunjukkan apa yang benar-benar bisa dilakukan Bitcoin ke dunia luar. Saat ini harga Bitcoin bergerak hampir mencapai angka 670 dolar AS per Bitcoin, atau setidaknya di masa depan akan menembus angka itu. Padahal lima tahun lalu, harga Bitcoin hanya 0,30 dolar AS saja.

5. Cadangan Mata Uang Global (The Global Reserve Currency) semakin kehilangan nilainya, sedangkan nilai Bitcoin semakin bertambah

Sementara dolar AS semakin bertambah tingkat inflasinya, dimana jumlah suplainya meningkat dan nilainya semakin berkurang tiap tahunnya, permintaan dunia global terhadap mata uang ini semakin menyusut, dan harga Bitcoin akan semakin mahal untuk dibeli dengan harga dollar yang semakin melemah. China bahkan kini sudah mulai mencari cadangan mata uang global yang baru.

Saat dolar AS kehilangan nilai sebesar 5-10% per tahunnya, tidak seperti yang dikatakan oleh pemerintah bahwa dolar AS hanya kehilangan nilai sebesar 1-2% per tahun, nilai Bitcoin terhadap dollar akan semakin meningkat. Dan ketika, bukan bila, dolar AS kehilangan statusnya sebagai “Global Reserve Currency”, orang-orang akan membanjiri pasar Bitcoin untuk mendapatkan coin ini.

Berhubung Bitcoin tidak terikat oleh negara atau paradigma ekonomi apapun yang dijalankan oleh sistem perbankan, Bitcoin bisa berdiri manis di pinggiran sambil melihat nilainya naik, seperti halnya Emas dan Perak, sementara sistem finansial yang kita kenal secara turun-temurun ini semakin hancur seiring berjalannya waktu. Tidak dapat dipungkiri bahwa ‘Emas Digital’ ini sudah menghasilkan profit yang sangat besar kepada para pemilik Bitcoin dalam enam-tujuh tahun terakhir ini.

Saya tidak akan memikirkan dan khawatir apakah harga Bitcoin akan naik atau tidak. Semakin banyak Bitcoin dibahas di media-media mainstream, semakin banyak juga yang memuji peningkatan nilai Bitcoin. Mungkin sebagian dari mereka bahkan berbicara dari pengalaman pribadi?

Pertanyaan yang sesungguhnya, apakah akan muncul pendapat yang sama di benak Anda? Mungkin tidak, bila Anda tidak mencari tahu dari sekarang. Semoga artikel ini membantu.

Artikel diambil dan diterjemahkan dari “5 Reasons Why Bitcoin Value Must Increase in Future” karya Evander Smart yang bisa Anda akses disini: https://cointelegraph.com/news/5-reasons-why-bitcoin-value-must-increase-in-future